Peran Perempuan dalam Ketahanan Bisnis Keluarga Saat Pandemi COVID-19

Bagaimana perempuan penerus bisnis keluarga menjaga ketahanan usaha saat pandemi? Simak strategi adaptasi, inovasi digital, dan peran dukungan keluarga dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Pandemi COVID-19 menjadi salah satu krisis global yang memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor bisnis. Banyak usaha mengalami penurunan permintaan, gangguan operasional, hingga ketidakpastian pasar. Kondisi ini memaksa banyak pelaku usaha untuk mencari cara agar bisnis mereka tetap bertahan.

Di tengah situasi tersebut, muncul berbagai kisah menarik tentang bagaimana bisnis keluarga mampu beradaptasi. Salah satu peran yang seringkali luput dari perhatian adalah peran perempuan sebagai penerus bisnis keluarga.

Penelitian yang dilakukan oleh Grisna Anggadwita berjudul “Exploring Women’s Initiatives for Family Business Resilience During the COVID-19 Pandemic” mengungkap bagaimana perempuan mampu menjaga keberlanjutan bisnis keluarga melalui strategi adaptasi dan inovasi di masa krisis.

Bisnis keluarga memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Diperkirakan sekitar 95% perusahaan di Indonesia merupakan bisnis keluarga, mulai dari usaha kecil hingga perusahaan skala besar. Karena perannya yang signifikan, ketahanan bisnis keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ketika pandemi melanda, banyak bisnis keluarga menghadapi tantangan seperti:

  • Penurunan pendapatan
  • Perubahan perilaku konsumen
  • Gangguan rantai pasok
  • Konflik internal dalam pengambilan keputusan

Dalam kondisi seperti ini, kemampuan adaptasi menjadi kunci utama untuk mempertahankan keberlanjutan usaha.

Penelitian yang dilakukan oleh Grisna Anggadwita ini mewawancarai lima perempuan penerus bisnis keluarga dari berbagai sektor, seperti makanan, pendidikan, dan manufaktur. Hasil wawancara menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi utama yang mereka lakukan:

1. Kapasitas Adaptif

Kapasitas adaptif merujuk pada kemampuan bisnis untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Selama pandemi, para perempuan penerus bisnis melakukan berbagai langkah seperti:

  • Melakukan efisiensi biaya operasiona
  • Menyesuaikan proses produksi
  • Mengatur ulang strategi penjualan

Langkah-langkah tersebut membantu bisnis tetap berjalan meskipun kondisi pasar mengalami perubahan yang drastis.

2. Pembaruan Strategi Bisnis

Selain beradaptasi, perempuan penerus bisnis juga melakukan inovasi produk dan strategi digital seperti penggunaan media sosial untuk menjaga keberlanjutan usaha. Mereka tidak hanya menyesuaikan cara pemasaran, tetapi juga mengembangkan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen selama pandemi.

3. Kapasitas Apropriasi

Strategi lainnya adalah kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara optimal. Dalam penelitian ini, perempuan penerus bisnis mampu mengelola sumber daya manusia, jaringan bisnis, serta aset perusahaan secara lebih efektif. Pengelolaan sumber daya yang baik membantu bisnis keluarga tetap kompetitif meskipun menghadapi berbagai keterbatasan selama masa krisis.

Dalam bisnis keluarga, hubungan antar anggota keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan usaha. Penelitian ini menemukan bahwa dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan bisnis. Dukungan tersebut dapat berupa:

  • dukungan emosional
  • dukungan finansial
  • dukungan informasi dalam pengambilan keputusan

Dukungan ini membantu perempuan penerus bisnis menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga motivasi dalam menjalankan usaha keluarga.

Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan strategis dalam menjaga keberlanjutan bisnis keluarga, terutama dalam situasi krisis. Melalui kombinasi antara kemampuan adaptasi, inovasi, dan dukungan keluarga, perempuan penerus bisnis mampu mempertahankan stabilitas usaha sekaligus membuka peluang pengembangan baru.

Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dalam bisnis keluarga bukan hanya penting dari perspektif kesetaraan gender, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi dan keberlanjutan bisnis di masa depan

Source:

Anggadwita G, Permatasari A, Alamanda DT, Profityo WB (2023), “Exploring women’s initiatives for family business resilience during the COVID-19 pandemic”. Journal of Family Business Management, Vol. 13 No. 3 pp. 714–736, doi: https://doi.org/10.1108/JFBM-02-2022-0014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *