Cryptocurrency Market di Tengah COVID-19: Mengapa Aset Paling Berisiko Justru Bertahan?

Ketika pandemi COVID-19 melanda dunia pada awal 2020, hampir semua instrumen investasi mengalami tekanan besar. Pasar saham jatuh, investor panik, dan ketidakpastian ekonomi meningkat drastis.

Namun di tengah situasi tersebut, cryptocurrency market menunjukkan fenomena yang tidak biasa alih-alih ikut terpuruk, pasar kripto justru menunjukkan ketahanan yang mengejutkan, bahkan meningkat di beberapa indikator kunci.

Artikel ini merangkum temuan dari penelitian “Horizon of Cryptocurrency Before vs During COVID-19” yang secara khusus menganalisis perbedaan performa cryptocurrency market sebelum dan selama pandemi berlangsung.

Mengapa Cryptocurrency Market Tidak Tergoyahkan?

Penelitian ini menggunakan empat indikator utama untuk mengukur kondisi cryptocurrency market:

  • Risiko (Crypto Risk)
  • Volume Transaksi (Crypto Transaction Volume)
  • Keuntungan (Crypto Returns)
  • Pengukuran Kinerja (Sharpe Crypto Ratios)

Dengan metode Kruskal-Wallis, peneliti membandingkan data dari Januari 2018 hingga Mei 2022

Hasilnya cukup mengejutkan. Terdapat perbedaan signifikan antara periode sebelum dan saat pandemi, namun bukan ke arah negatif.

Sebaliknya, cryptocurrency market justru meningkat secara keseluruhan.

“Pasar cryptocurrency saat ini dapat memberikan keuntungan jangka pendek bagi investor pengambil risiko, sementara pasar instrumen investasi lainnya menurun”— Waspada, Salim & Krisnawati (2023), Investment Management and Financial Innovations

Lonjakan Volume: Bukti Nyata Pertumbuhan Cryptocurrency Market

Salah satu indikator paling jelas dari pertumbuhan cryptocurrency market selama pandemi adalah lonjakan volume transaksi. Empat aset kripto terbesar mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan:

  • Bitcoin (BTC): dari ±12 miliar USD → ±39 miliar USD
  • Ethereum (ETH): dari ±5 miliar USD → ±20 miliar USD
  • Tether (USDT): dari ±12 miliar USD → ±70 miliar USD
  • BNB: dari ±152 juta USD → ±1,7 miliar USD

Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku investor dalam cryptocurrency market.

Volatilitas yang tinggi tidak lagi semata dianggap sebagai risiko melainkan peluang yang aktif dimanfaatkan.

9 Aset yang Mengendalikan Cryptocurrency Market

Meskipun terdapat ribuan aset di cryptocurrency market, kekuatan pasar ternyata sangat terkonsentrasi.

Penelitian menemukan bahwa hanya 9 kripto terbesar yang menguasai sekitar 78% dari total kapitalisasi pasar.

Aset tersebut meliputi:

  • Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT)
  • BNB, XRP, Cardano (ADA)
  • Dogecoin (DOGE), TRON (TRX), dan Litecoin (LTC)

Bagi investor, memahami konsentrasi kekuatan ini adalah kunci untuk membaca arah cryptocurrency market secara keseluruhan.

Cryptocurrency Market Lebih dari Sekadar Spekulasi

Kripto sering dianggap semata instrumen spekulatif. Namun data Sharpe Ratio dari cryptocurrency market justru menunjukkan hal yang berbeda. Bitcoin sebagai representasi pasar mencatatkan peningkatan efisiensi yang signifikan:

Bitcoin, misalnya:

  • sebelum pandemi: 0,018
  • saat pandemi: 0,106

Artinya, meskipun risiko dalam cryptocurrency market meningkat, Crypto Returns yang dihasilkan tumbuh jauh lebih besar. Cryptocurrency market tidak hanya “berisiko” ia juga semakin efisien sebagai instrumen investasi.

“Aktivitas aset kripto mampu menjaga stabilitas finansial investor di masa krisis melalui kombinasi Crypto Returns yang tinggi meskipun diiringi risiko yang besar”— Waspada, Salim & Krisnawati (2023), Investment Management and Financial Innovations

Risiko Tetap Ada: Sisi Cryptocurrency Market yang Tidak Boleh Diabaikan

Meski performanya meningkat, cryptocurrency market tetap membawa risiko tinggi.

Banyak aset kripto yang:

  • tidak bertahan lama
  • kehilangan nilai secara drastis
  • bahkan menghilang dari pasar

Fenomena ini dikenal sebagai high death rate dalam ekosistem kripto. Karena itu, prinsip diversifikasi tetap menjadi hal yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang masuk ke cryptocurrency market.

Masa Depan Cryptocurrency Market: Lebih dari Sekadar Aset?

Di luar performanya sebagai instrumen investasi, cryptocurrency market memiliki potensi yang jauh lebih besar. Dengan teknologi blockchain sebagai fondasinya, cryptocurrency market memungkinkan transaksi tanpa perantara, transparansi tinggi, dan efisiensi sistem keuangan global. Ke depan, cryptocurrency market diprediksi tidak hanya menjadi arena spekulasi, tetapi bagian integral dari sistem keuangan digital yang lebih luas.

Kesimpulan

Pandemi COVID-19 menjadi ujian besar bagi berbagai instrumen investasi
Namun, kripto menunjukkan karakter yang berbeda

Alih-alih melemah, kripto justru:

  • tetap aktif
  • mengalami peningkatan volume transaksi
  • menunjukkan performa yang lebih baik dari sisi risk-return

Meski tetap berisiko, kripto kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata

Pertanyaannya sekarang:

“Apakah cryptocurrency market hanya tempat bertahan sementara di masa krisis, atau benar-benar masa depan sistem keuangan global?”

Referensi

Waspada, I., Salim, D. F., & Krisnawati, A. (2023).
Horizon of cryptocurrency before vs during COVID-19. Investment Management and Financial Innovations, 20(1), 14–25. https://doi.org/10.21511/imfi.20(1).2023.02

Ikuti Update Riset Kami

Untuk mendapatkan insight terbaru seputar ekonomi digital dan teknologi:

Website
https://eadt.center.telkomuniversity.ac.id/

Instagram
https://www.instagram.com/coe.eadt

LinkedIn
https://www.linkedin.com/company/coe-economics-of-advanced-digital-technology-telkom-university

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *